Rabu, 15 September 2010

Memberi Tanpa Pertimbangan

Memberi Tanpa Pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari kita dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga dimata kita. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer disana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah kita sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, kita sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagamana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian kita. Bukankah, tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini kita hanya sedang “berlatih” memberi, mengulurkan tangan dengan jumlahyang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan kita. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang kita berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan melainkan di HATI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar