Jumat, 24 September 2010

MENGATUR WORKSTATION DARI JAUH

Mengatur workstation dari jauh dengan menggunakan teknologi bisa menghemat waktu dan biaya secara signifikan. Berikut adalah beberapa poin untuk memaksimalkan tool dan pengaturan anda.

Kenali Hardware-nya
Anda mungkin merasa konfigurasi workstation sudah tertanam di dalam pikirian anda, tapi apakah anda benar-benar mengetahuinya? Untuk mengatur workstation dari jauh anda harus punya informasi mengenai sistem tersebut, seperti misalnya: Apakah ada USB 2.0? Apakah yang terpasang drive DVD atauCD? Bisakah untuk menulis? Bagaimana urutan boot-nya dan bagaimana anda menggantinya? Koneksi apa yang digunakan ke back office? Mengetahuinya jawaban dari pertanyaan tersebut akan membuat perbedaan besar dalam mengatur workstation dari jauh.

Identifikasi Client Firewall dan Konfigurasinya
Jika ada client firewall, pastikan anda tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Tentukan dimana dan oleh siapa task bisa dilakukan (dan bagaimana men-disable-nya). Contoh yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba mendownload file atau update aplikasi dari auto update atau beberapa sumber nonstandar. Meskipun cara ini sederhana, apakah semua sistem bisa mengakses update sesuai dengan yang diharapkan?

Kenali Jaringannya
Banyak perusahaan menerapkan aturan untuk kantor cabang yang jauh dari membatasi jumlah traffic untuk setiap lokasi, sampai membatasi alamat MAC yang bisa terhubung ke lokasi tersebut. Supaya bisa melakukan task yang diperlukan dalam mengatur workstation dari jauh, pastikan anda tahu traffic jaringan yang diperbolehkan. Jika memungkinkan, ketahui juga prosedur atau parameter untuk mengubah traffic yang diperlukan.

Hafal Tool Command-line
Bagi mereka yang koneksi bandwith-nya kecil, menghafal task administratif dari command-line bisa menghemat waktu. Pada sistem Windows XP, hafalkan perintah berikut:
(i) Compmgmt.msc-Computer Management MMC snap-in, berbagai jenis informasi termasuk event log, device manager, dan services.
(ii) Ipconfig-utiliti konfigurasi TCP/IP. Beberapa parameter yang biasa digunakan diantaranya /release, /renew, /flushdns, dan /registerdns.
(iii) Shutdown.exe-tool untuk mereboot atau mematikan komputer. Dengan permission yang sesuai, sistem juga bisa di reboot dari jauh.
(iv) Net Use-bisa digunakan untuk memetakan (map) drive, otentikasi, atau menghentikan pemetaan.

Pusatkan dan Satukan Semua Jiga Bisa
Jika memungkinkan, kumpulkan semua elemen infrastruktur workstation pada satu tempat. Hal terakhir yang anda inginkan adalah banyaknya file sever kecil yang tersebar di perusahaan anda. Jadi untuk penyimpanan file, mempunyai resource yang terpusat bagi user cabang (remote) sangatlah penting. Dengan demikian back-up dan aturan sekuriti untuk user cabang sama dengan user pusat. Biaya TI anda akan lebih rendah dan administrasi dan akses di kontrol dengan satu prosedur, dimanapun lokasinya.
Namun, harus ada pengecualian untuk cabang dengan banyak user karena mereka bisa memenuhi koneksi antarkedua tempat. Jika anda mempunya kantor cabang, dengan user 40 orang misalnya, file server lokal akan lebih cocok, dan back-up melalui jaringan dilakukan jika waktu dan traffic memungkinkan. Sebaliknya, jika itu adalah toko, dengan user kurang dari 10 orang dan hanya sedikit komputer anda bisa memusatkan dan menyatukannya.

Distribusi Melalui Internet
Untuk lokasi cabang, langsung saja ke internet daripada menggunakan VPN atau koneksi wide area. Sebagai contoh, misalkananda harus menginstalasi service pack besar buat operating system cabang. Jika anda mencari download sebesar 300 MB, instalasi tidak mingkin dilakukan pada sebagian besar koneksi remote. Tool administrasi tertentu bisa mendistribusi paket melalui internet untuk membantu lokasi yang jauh dan user laptop ketika waktu mereka tidak berada di pusat. Sebagai contoh, pada waktu remote workstation (termasuk laptop) hendak menerima paket melalui internet, iPass bisa menyediakan download yang cepat.

Siapkan Tool Alternatif
Kita semua bisa menggunakan tool yang ada dan kita sukai. Untuk Windows XP, kita biasanya menggunakan Remote Desktop. Namun pada situasi dimana kita tidak bisa menggunakan Remote Desktop apa yang anda lakukan? Siapkan tool alternatif untuk mengakses sistem client, jika dibutuhkan.
Beberapa contoh adalah DameWare-menawarkan push install dan remove melalui koneksi TCP/IP, VNC-remote client. Bisa digunakan sebagai konrksi alternatif dan menjalankan service VNC jika dibutuhkan. LogMeln.com-menyediakan banyak bantuan dalam koneksi internet ke client; bisa bekerja pada sebagian besar konfigurasi proxy.

Pastikan OS Konsisten
Untuk mengatur workstation dari jauh secara efektif tanpa memperbesar biaya, mempunyai platform yang sama merupakan suatu keharusan. Tidak ada salahnya menunda implementasi platform baru untuk menjaga kekonsistenan administrasi dan support. Jika ada dua platform yang digunakan, setiap platform harus dikerjakan secara tuntas. Oleh karena itu, mempunyai daftar inventaris hardware workstation juga berperan dalam mendapatkan TI yang lebih efisien.

Batasi Ruang Lingkup
Ini memang bukan tindakan yang bersifat teknis, tapi untuk workstation yang jauh, anda harus menentukan apa yang harus dilakukan sebagai administrator. Misalkan anda punya sejumlah kantor cabang yang dilengkapi dengan perangkat standar. Inventaris perangkat ini meliputi workstation atau laptop, printer laser untuk semua sistem lokal, dan koneksi jaringan untuk ke kantor pusat. Suatu hari, anda mendapat pertanyaan dari kantor cabang, “bisakah kami mendapatkan printer yang bisa scan dan faks?”
Ini merupakan isu kritikal karena mereka melewati ruang lingkup yang “biasa” dan mereka akan menderita karena anda, sebagai administrator yang bertanggung jawab untuk driver perangkat tersebut berada jauh dari lokasi. Perangkat yang digunakan juga mulai tidak konsisten. Mempunyai kemampuan untuk scan dan faks bukanlah hal yang buruk, tapi cabang harus mengerti bahwa meminta funsi di luar yang bisanya membutuhkan baiay dan biayanya bisa lebih dari harga perangkat yang diminta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar