Selasa, 26 Oktober 2010

Prioritas Dalam Mengetes Sistem

Orang-orang bagian TI mengeluh sulitnya perencanaan tes dan skenario, tapi kenyataannya testing untuk sistem yang kritikal harus dilakukan. Berikut adalah poin yang perlu diperhatikan dalam lingkungan pengetesan anda untuk mendapatkan hasil yang kredibel.

Buat Lingkungan Pengetesan yang Sama dengan Lingkungan Riil
Mempunyai lingkungan pengetesan yang berbeda (meskipun sedikit) dengan lingkungan riil tidaklah efektif. Salah satu contoh adalah domain Windows Active Directory-yang mempunyai konfigurasi Group Policy yang sangat unik, konfigurasi DNS yang kompleks, beberapa domain trust, banyak keanggotaan grup, dan banyak account internal. Virtualisasi merupakan solusi yang cocok untuk ini: anda bisa mempromote domain controller pada virtual machine, memindahkannya ke jaringan terpisah untuk pengetesan, dan kemudian menghapusnya dari domain yang sebenarnya.

Lakukan Pengetesan dengan Beberapa Cara
Pengetesan tidak cukup hanya dilakukan satu kali. Lakukan dengan dua cara yang berbeda, dan lihat apakah hasilnya sama. Sebagai contoh, pada waktu pengetesan Windows Active Directory itu sendiri dan restore dari back-up sistem untuk memastikan keduanya bisa mengembalikan sistem ke keadaan metode ini berguna jia salah satu cara gagal. Cara lain adalah dengan menugaskan satu orang untuk mempersiapkan skema pengetesan dan satu orang lagi buat mengimplementasikannya untuk mengimplementasikan skema tersebut untuk memastikan semuanya sudah pasti dan tidak ada lagi asumsi.

Tes Proses Pengambilan Sistem
Untuk pengetesan yang berhubungan dengan upgrade atau peningkatan sistem eksisting, anda harus mengetes proses pengambilan sistem. Anda juga bisa mengetes ini dalam beberapa cara bergantung pada konteks upgrade yang dilakukan. Beberapa di antaranya adalah mencangkup menghapus hard disk pada konfigurasi RAID 1 (hard disk yang di cabut tidak diubah), restore semua dari back-up, uninstall fungsi upgrade, beck-up database, atau cukup menggunakan perangkat baru saja, dengan sistem eksisting dimatikan ketika upgrade.

Jangan Lanjutkan Tanpa Pengetesan
Jika timbul suatu hal ketika proses pengetesan, tetap teruskan. Perlu ditekankan bahwa pengetesan merupakan hal penting. Bergantung situasinya, ini mungkin sulit dilakukan atau mempunyai dampak politik. Jika keputusan dilanjutkan atau tidaknya pengetesan ada di tangan orang lain tapi anda yang bertanggung jawab jika sistem tidak berfungsi, tolak saja mentah-mentah!

Ingat Tujuan Pengetesan: Tidak Ada Kejutan Ketika Go-Live
Kejutan adalah hal terakhir yang anda inginkan ketika go-live. Pengetesan yang menyeluruh bisa mencegah “proses belajar” ketika sistem baru digunakan. Memang pengetesan tidak bisa 100% sama dengan lingkungan riil, jadi selalu ada resiko timbul suatu hal. Sebagai contoh, jika pada waktu mengetes suatu software anda menggunakan sekuriti lebih dari yang dibutuhkan maka ketika go-live, sekuritinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Ini bisa memakan waktu anda yang berharga dan menimbulkan resiko. Oleh karena itu, dalam melakukan pengetesan kita perlu dokumentasi tentang sekuriti atau script yang perlu dijalankan supaya lingkungan pengetesan sama dengakn lingkungan riil.

Gunakan Resource dan Standar Pengetesan yang Sudah Ada
Tidak semua kita mempunyai sertifikasi, tapi kita bisa menggunakan resource eksisting untuk mendapatkan tes yang kredibel. Beberapa yang bisa menjadi titik awal adalah Standard Performance Evaluation Corporation dan pencarian di Internet tentang contoh skema pengetesan. Jika tidak mempunyai komponen pengetesan yang pasti, anda bisa membuat skema sendiri. Pastikan anda membuatnya secara seksama dan komprehensif.

Jangan Membuat Asumsi Apapun
Pengetesan memang bisa menjadi salah satu bentuk training pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan anda, tapi beberapa bagian kecil mungkin terpengaruh ketika proses upgrade. Bergantung pada upgrade yang dilakukan, ini bisa mencangkup adanya opsi tambahan, perubahan permission, dan perubahan file log (ini berlaku jika anda memonitoring file log sistem). Jika ada sedikit perubahan dalam penulisan log setelah upgrade, sistem monitoring perlu ditinjau ulang. Dengan melakukan langkah menyeluruh, meskipun untuk pekerjaan sederhana, resiko timbulnya hal-hal kecil yang tidak di inginkan bisa dikurangi.

Gunakan Manajemen Proyek untuk Mengatur Proses Pengetesan
Mempunyai manajemen proyek dan dukungan manajemen akan membuat pengetesan anda kredibel. Dengan demikian bagian lain mengerti bahwa pengetesan tersebut perlu dilakukan dan manajemen anda akan mempunyai rencana langkah pengetesan yang lebih baik. Hanya mengatakan secara lisan bahwa anda sedang mengetes software XYZ baru tidak efektif untuk mengikutsertakan manajemen dalam rencana pengetesan, dan lakukan pengetesan dengan beberapa pihak. Pastikan rencana pengetesan terdokumentasi untuk melihat kemajuannya; supaya manajemen bisa melihat pekerjaan dan tantangan yang berhubungan dengan pengetesan yang anda lakukan.
Pastikan Kegagalan Tes Bisa Disimulasikan
Hampir setiap model pengetesan pada bagian tertentu akan mengalami kegagalan. Ketika mengetes sistem, banyak administrator yang mengetes hanya sebentar atau mengubah konfigurasi yang hanya mempengaruhi pengetesan saja. Ketika kegagalan muncul, catat dan simulasikan. Lebih lanjut, cari pengetesan lain untuk melihat apakah mereka juga mengalami kegagalan yang sama. Jika kegagalan atau isu tersebut mempengaruhi keberhasilan keseluruhan pekerjaan, ikutsertakan staf support produk yang bersangkutan (jika memungkinkan) untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi. Bergantung pada tingkat kegagalannya, keseluruhan pekerjaan mungkin tidak perlu dihentikan, dan proses identifikasi bisa dilajkukan secara paralel sampai akhir pengetesan.

Tes dengan Lingkungan yang Berbeda
Jika anda ingin melakukan pengetesan yang berkualitas, pikirkan beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi. Ini bisa mencangkup sistem yang lebih sedikit tapi dengan fungsi yang lebih banyak, mengandalkan atau membagi beban kerja anda, mengintregasikan bagian lain, atau mengubah bagian inti dari lingkungan TI anda. Jika memungkinkan, alokasikan waktu dan resource untuk melakukan pengetesan dengan lingkungan (skenario) yang berbeda.

Gunakan Lingkungan Tes Anda
Jika anda telah bersusah payah membuat lingkungan pengetesan lengkap, mengapa tidak menggunakannya untuk pengetesan yang hendak anda lakukan? Ini bisa lingkungan pengetesan yang sebelumnya digunakan untuk mengetes update atau lingkungan pengetesan yang dibuat sebagai pelatihan. Jangan lupa masalah lisensi dalam lingkungan pengetesan jika anda ingin tetap menggunakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar