Jumat, 03 Desember 2010

Melindungi Diri Dari Komputer Publik

Kadang karena suatu alasan kita harus menggunakankomputer public. Mungkin waktu itu computer kita crash atau lupa membawa laptopatau sekedar mengisi waktu saja.

Apapun Alasannya, menggunakan computer public bisa mengekspos data pribadi kita. Dengan adanya ancaman keylogger dan spyware yang mengawasi setiap pergerakan kita menggunakan computer public bisa menakutkan. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dan meminimalisasi resiko tersebut.

Jangan Simpan File Pada Komputer
Pada waktu memakai computer yang bukan milik kita, meskipun itu adalah punya teman, sebaiknya bersikap sopan dengan tidak menyimpan file secara local. Pada dasarnya, ini sama dengan tidak mengotori rumah orang dengan sampah kita. Namun, pada computer publik ini lebih dari sekedar kesopanan, melainkan prosedur pengamanan yang penting. Banyak file yang biasanya kita simpan secara local, seperti attachment e-mail, bisa berisi datapribadi atau rahasia. Cara mudah untuk melindungi data ini adalah dengan membawa flash drive dan menyimpan file di situ ketika diperlukan. Ada baiknya juga untuk memasang flash drive ke gantungan kunci supaya tidak ketinggalan.

Jangan Simpan Password
Ini sudah pasti pada waktu menggunakan computer public. Sebagian besar web browser sekarang bisa mengingat apa yang user ketik ke dalam browser pada beberapa lokasi. Lokasi ini meliputi address bar form field, username, dan password. Pada lingkungan public sudah pasti tidak ada alasan untuk menyimpan jenis informasi tersebut, terutama username dan password.
Setting ini pada internet explorer 7 bisa ditemukan buka Tools, Internet Option, Content. Pada bagian AutoComplete, klik tombol Setting dan pastikan Promp me to save passwords tidak di centang (√ ) di situ. Sebenarnya tidak ada fitur AutoComplete yang perlu di-enable, jadi hilangkan semua tanda centang ( √ ) di situ. Pada Firefox bisa ditemukan di Tools, Options, Security, dan hilangkan tanda centang ( √ ) pada Remember passwords for site.

Hapus History Browsing
Ini adalah langkah yang harus kita lakukan untuk melindungi privasi pada waktu surfing internet pada computer public. Namun, berbicara tentang melindungi privasi terkait dengan web browser, ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu Temporary Internet files dan cookies. Oleh karena itu, setelah browsing, hapus history, temporary internet files, cookies, dan form data. Pada internet explorer 7, kita bisa melakukannya sekaligus dari Tools, Delete Browsing History. Pada IE versi lama, masing-masing harus dihapussecara terpisah dari Tools, Internet Options.
Pada Mozila Firefox, buka Tools, Options, klik tab Privasi, dan beri tanda centang (√ ) Always Clear My private data when I close Firefox. Secara default ini akan menghapus history browsing, history download, informasi form yang disimpan, cache, dan sesi otentikasi kita. Klik tombol setting dan beri tanda centang (√ ) juga Cookies dan Save Passwords untuk menghapus keduanya.

Jangan Lakukan Online Banking
Kita harus ingat bahwa pada akhirnya computer public sama sekali tidak akan pernah benar-benar aman, jadi ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan. Jika kita harus mengecek saldo selagi di jalan, lebih baik cari kantor cabang atau ATM atau gunakan ponsel kita.

Jangan Memasukan Data Kartu Kredit
Sama seperti online banking, computer public bukan tempat untuk belanja online. Belanja dari eBay atau Amazon.com bisa dan harus menungu sampai kita bisa browsing dari computer yang lebih aman. Sedikit kenyamanan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimulkan jika kartu kredit kita dibobol orang.

Hapus Temporary Files
Temporary files (seringkali disingkat “tempfiles”) selain temporary internet files, dibuat pada waktu kita menggunakan program lain selain web browsing. Sebagai contoh, pada waktu kita membuat dokumen Word, selain file dokumen actual yang kita simpan, Word membuat file temporer untuk menyimpan data sehingga memori bisa dikosongkan untuk keperluan lain dan untuk mencegah hilangnya data ketika proses penyimpanan file.
File ini biasanya langsung dihapus ketika program ditutup atau ketika system reboot, tapi sayangnya seringkali mereka tidak dihapus. Untuk menemukan file ini, cari di semua drive local (termasuk subfolder, file tersembunyi dan system) file dengan ekstension *.tmp, *.chk ~*.*. Ini akan menampilkan semua file yang berawal tanda lamda (~) atau dengan ekstension .tmp dan .chk, yang merupakan temp file paling umum. Setelah pencarian selesai, sorot semua dan tekan shift+delete untuk menghapus secara permanent. (jika kita tidak tekan shift, mereka biasanya akan dikirim ke Recycle Bin, yang nantinya perlu dikosongkan).

Berishkan Pagefile
Pagefile merupakan lokasi pada harddisk yang berfungsi sebagai virtual memory Windows. Tujuannya adalah untuk pertukaran data data dari RAM sehingga program bisa bekerja jika mereka butuh lebih banyak RAM dari yang sebenarnya tersedia pada computer. Semua yang bisa disimpan di memory juga bisa disimpan di pagefile. Untuk memberishkan secara otomatis pada waktu mematikan computer, kita haris menggunakan Local Security Policy.
Untuk mengakses Local Security Policy, buka control panel, klik ganda administrative tools, dan klik ganda local security policy. Selanjutnya, klik security options pada panel sebelah kanan dan cari shut down: clear virtual memory pagefile. Klik ganda item tersebut dan pastikan di-enable.
Pada computer public mungkin kitatidak akan punya hak untuk mengakses local security policy, dan meskipun ini bisa juga di lakukan dari registry, pada computer ini kita mungkin tidak akan bisa juga menggunakan regedit. Jika memang demikian, kita bisa menghapus pagefile secara manual. Pertama; kita harus mengubah setting Windows Explorer. Klik tools, folder options, dan pada tab view, gulung daftar advanced setting dan klik show hidden files and folders. Hilangkan tanda centang (√ ) pada hide protected operating system files. Sekarang cari file bernama pagefile.sys. Biasanya (tapi tidak selalu) ada di drive C. hapus; yang baru akan dibuat ketika system reboot.

Reboot
Setelah selesai memakai komputer public, hal terakhir yang harus kita lakukan adalah hard reboot. Ini tidak hanya akan membersihkan pagefile (jika kita meng-enable opsi tersebut), tapi juga akan mebersihkan semua yang kita lakukan dari memory fisik (RAM).

Boot Dari Perangkat Lain
Ini merupakan salah satu tindakan yang sering kali terlupakan. Jika kita boot dari drive USB sendiri atau dari CD, banyak masalah di atas yang bisa dihindari. Sekarang, banyak dstribusi Linux yang bisa dijalankan di memory setelah booting dari CD. Jika opsi BIOS dibiarkan dalam keadaan default (yang sering kali terjadi lebih dari yang kita kira), ini bisa dijadikan pilihan. Jika kita bisa melakukan ini dan tidak menyimpan file apapun di harddisk local, semuanya akan hilang pada waktu kita reboot.

Perhatikan Sekeliling Dan Gunakan Perasaan
Terakhir, kita jangan sampai lupa untuk memperhatikan hal-hal di luar computer itu sendiri yang bisa menjadi resiko. Perhatikan orang asing di sekitar kita dan ingat bahwa computer public bersifat umum. Jangan buka dokumen penting yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Perhatikan kamera pengaman di belakang kita. Tutupi tangan kita pada waktu memasukan informasi login.
Yang paling penting, ingat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membuat computer public benar-benar aman. Pemilik atau user yang benar-benar berniat jahat bisa menginstalasi keylogger yang tidak mungkin dideteksi tanpa membuka casing dan memeriksanya. Dengan tidak melupakan itu, gunakan perasaan dan gunakan computer public hanya untuk data biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar