Jumat, 10 Desember 2010

Vista, si Keledai Emas

Siapa saja yang memelihara keledai emas tidak perlu mengkhawatirkan masa depan. Pernyataan ini tidak selalu benar. Apalagi jika dikaitkan dengan Windows Vista dan Me yang jelas-jelas gagal di pasaran. Apakah Vista adalah Me edisi ke-2? Kedua versi memiliki banyak penyakit kanak-kanak saat dipasarkan. Salah satu contoh kesamaannya adalah driver. Dahulu, ME mengesalkan banyak pengguna karena hardware lama tidak berfungsi atau membahayakan system.
Di Vista, hal yang sama terjadi. Dukungan driver yang lemah membuat proses copy lambat. Vista menuai banyak cemoohan. Kini, semua kelemahan ini telah disingkirkan Microsoft denga SPI. Namun, untuk SPI tersebut, dibutuhkan waktu satu tahun setelah peluncuran Vista.
Windows Vista dan Me juga memilki kesamaan lainnya. Microsoft mengumumkan inovasi-inovasi yang akhirnya hampir tidak terlihat oleh pengguna. Kekecewaan besar terlihat pada Vista. Selama proses pengembangan yang berlangsung tujuh tahun, sebenarnya banyak pengguna Windows berharap adanya feature-feature baru yang menyegarkan. Hasilnya? Tidak ada inovasi yang menyenangkan pengguna Vista.
Perbedaan Vista dari Me hanya pada perbaikan Internet. Di Me, kemampuan Internet sangat buruk dan risiko crash terus membayangi pengguna. Masalah ini tidak di temukan di Vista. Selain itu, Vista tidak menggunakan basis MS-DOS yang sangat rentan terhadap malware akibat tidak adanya pengelola pengguna. Vista juga sangat optimal untuk fungsi pembuatan DVD boot dan “UAC” yang dapat menjamin pekerjaan pada PC lebih aman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar