Dokumen dalam bentuk elektronik sangat rawan untuk terjadinya tindak criminal seperti pencurian dokimen apalagi bila dokumen tersebut merupakan dokumen rahasia. Tidaklah mudah untuk memproteksi dokumen elektronik ditambah lagi dengan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan orang untuk bertukar informasi seperti melalui internet maupun e-mail.
Microsoft sebagai salah satu perusahaan perangkat lunak berskala besar sangat menaruh perhatian atas dokumen elektronik. Malahan seperti yang kita ketahui, sebagian besar dokumen elektronik dibuat melalui produk Mocrosoft Office sehingga hal ini yang mendorong Microsoft untuk lebih menginvestasikan pada keamanan dokumen. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Mocrosoft adalah Right Management Service (RMS).
Pada artikel kali ini, akan mengajak bagaimana makhluk yang disebut dengan Microsoft Right Management Service (RMS) serta fitur apa saja yang ditawarkan pada produk ini.
Teknologi Microsoft RMS
Teknologi Mocrosoft RMS sebenarnya bukanlah produk baru karena kemunculannya produk hamper bersamaan setelah dirilisnya Windows Server 2003 tepatnya sekitar tahun 2004.
Beberapa fitur penting RMS versi 1.0 pada saat awalnya rilisnya, antara lain:
• Support pada Windows Server 2003, Windows XP, dan Windows 2000 Workstation.
• Aplikasi client yang support hanya Office 2003.
• RMS provisioning melalui MSN Avtivation Service.
Pada saat ini, Microsoft sudah rilis RMS versi 2.0 yang merupakan bagian dari Windows Server 2008 Role yang dikenal dengan AD RMS (Active Directory Right Management Serives). Sedangkan, bagi mereka yang masih tetap menggunakan RMS 1.0 tetapi ingin berkomunikasi dengan Windows Server 2008 maupun Office 2007, maka Microsoft meluncurkan RMA 1.0 SP2.
Kapan Menerapkan RMS?
Pembaca pasti bertanya kapan sih mengimplementasikan teknologi RMS? Atau pada kasus apa RMS sebaiknya diterapkan?
Tujuan utama Microsoft meluncurkan produk RMS ini untuk memproteksi dokumen elektronik dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dua scenario yang dapat mewakili apakah kita membutuhkan teknologi RMS atau tidak, yatu:
• Proteksi sensitive file.
• “Do-not forward e-mails.
Proteksi sensitive file, artinya kita menginginkan dokumen yang telah kita buat di dalam Microsoft Office hanya orang-orang tertentu yang dapat:
• Membaca dokumen.
• Print dokumen.
• Atau read only dokumen.
Pada kondisi terjelek di mana file tersebut di curio rang lain baik melalui meng-copy-nya dari PC yang membuat dokumen tersebut, maka dokumen ini tetap terproteksi dan hanya orang yang berhakdapat membuka dokumen tersebut.
Sedangkan, scenario “Do-not forward e-mails”memungkinkan kita membuat e-mail ke seseorang yang kita percayai atau bawahan kita ataupun team kita dan anda orang menulis e-mail tersebut sangat mengharapkan bahwa yang menerima e-mail tersebut tidak dapat melakukan forward e-mail ke oaring lain. Kalau hanya menulis “tolong jangan di forward”, maka sebenarnya tidak kepastian bahwa mereka melakukan forward atau tidak. Oleh karena diperlukan system yang bear-benar menerapkan policy ini.
Kalau kedua scenario di atas masuk dalam criteria permasalahn yang kita hadapi, maka teknologi RMS ini dapat dijadikan alternative solusi. Penulis hanya mengingatkan bahwa teknologi MicrosoftRMS hanya membantu dari sisi system, tapi dari sisi SDM sangatlah penting untuk menciptakan awareness akan pentingnya suatu dokumen. Bisa jadi ada yang iseng karena misalkan tidak mempunyai untuk me;akukan print dokumen, maka orang tersebut meng-copy-nya dengan cara scanning foto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar